Mulai Menerima
Di musim kemarau dimana hujan pun sangat jarang hadir, hawa malam ini terhitung cukup sejuk dibandingkan beberapa malam sebelumnya. Sekarang hampir pukul 11 malam, sebenarnya mata ini sudah ngantuk dan sangat siap untuk istirahat. Tetapi setiap kali memejamkan mata, yang seharusnya pandangan gelap menenangkan, kali ini seperti memutar memori lama yang bisa dibilang menyakitkan. Bukan, bukan momen itu yg menyakitkan. Tetapi karena sosok yang menjadi peran utama dalam momen itu sudah tidak ada lagi. Tidak ada dalam artian sudah menjadi milik sosok yang lainnya. Sehingga jika teringat maka rasanya seperti disayat. Kesedihan ini rasanya sudah cukup. Tidak ingin memberi ruang untuk merasakan kesedihan tentang ini lagi. Sudah cukup karena waktu itu sudah menangis puas berlarut. Hampir setengah tahun mengalihkan pikiran agar tidak mengingat lagi. Menutupi kerapuhan diri agar tidak terlihat menyedihkan. Sayangnya tidak semudah itu. Ada waktu dimana memori diputar tanpa dipinta, tanpa diperinta...