Mulai Menerima
Di musim kemarau dimana hujan pun sangat jarang hadir, hawa malam ini terhitung cukup sejuk dibandingkan beberapa malam sebelumnya.
Sekarang hampir pukul 11 malam, sebenarnya mata ini sudah ngantuk dan sangat siap untuk istirahat. Tetapi setiap kali memejamkan mata, yang seharusnya pandangan gelap menenangkan, kali ini seperti memutar memori lama yang bisa dibilang menyakitkan. Bukan, bukan momen itu yg menyakitkan. Tetapi karena sosok yang menjadi peran utama dalam momen itu sudah tidak ada lagi. Tidak ada dalam artian sudah menjadi milik sosok yang lainnya. Sehingga jika teringat maka rasanya seperti disayat.
Kesedihan ini rasanya sudah cukup. Tidak ingin memberi ruang untuk merasakan kesedihan tentang ini lagi. Sudah cukup karena waktu itu sudah menangis puas berlarut. Hampir setengah tahun mengalihkan pikiran agar tidak mengingat lagi. Menutupi kerapuhan diri agar tidak terlihat menyedihkan.
Sayangnya tidak semudah itu. Ada waktu dimana memori diputar tanpa dipinta, tanpa diperintah. Ia hanya memutar sendiri, seperti malam ini contohnya. Seakan menyuruh diri ini untuk mengenang kembali momen itu. Walaupun ada sedikit tersebit dalam diri ini ingin mengenang lagi, tapi tetap tidak boleh. Efeknya tidak baik, bisa tersayat lagi, bahkan bisa jadi akan lebih parah. Diri ini sedang tertatih-tatih menahan selama berbulan-bulan untuk tidak membenci. Iya, berhasil untuk tidak membenci. Tetapi belum berhasil untuk benar-benar sembuh, atau bahkan tidak akan pernah sembuh(?).
Di malam ini, saat bulan baru datang, saat momen tersebut memutar sendiri di pikiran, diri ini cukup merasakan saja dan menikmatinya sesekali. Menikmati perasaan dan semua emosi yang berkecamuk didalamnya. Tanpa protes menyalahkan sesuatu 'mengapa harus teringat?', atau lebih parahnya menyalahkan takdir Tuhan 'mengapa harus terjadi?'. Jiwa ini mulai menerima walau masih merasakan perasaan yang tidak nyaman itu. Cukup merasakan sendiri, tanpa mengeluhkan, tanpa mengekspresikan, tanpa mengungkapkan, terkecuali lewat tulisan ini.
.
.
–Fha–
Awal Bulan Safar 1445.
Komentar
Posting Komentar