Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Beberapa Kutipan dari Novel Berjudul Bintang Jatuh Karya Silvarani

 Itulah mengapa manusia tidak boleh sombong. Manusia boleh berencana, tetapi Allah yang menentukan. Sombong tidak cuma ditunjukkan oleh harta, pangkat, jabatan, ilmu, atau keimanan yang dimiliki seseorang,  tetapi juga cinta yang ada di hati seseorang itu. Kalau seseorang merasakan kekuatan cintanya begitu besar dan merasa tak ada kekuatan apapun yang dapat menandinginnya, justru disitu Allah akan memberinya ujian. Salah satunya, dengan dipisahkan. Karena itu, selalu libatkan Allah dalam urusan hatimu. Jangan mencintai orang dengan perasaan buta. Semua hal di dunia ini, entah menyenangkan atau menyakitkan, tak mungkin terjadi tanpa seizin-Nya.  "Tiap-tiap makhluk yang hidup di atas bumi itu adalah bersifat fana. Tetapi wajah Tuhanmu yang bersemarak dan gemilang itu tetap kekal adanya." – Surah Arrahman: 26-27.  Dia pernah mengatakan padaku bahwa hati itu ciptaan Allah. Allah jugalah yang menetapkan hati setiap manusia untuk condong pada apapun. Setiap ketetapan dan p...

Kepada Juni [Edisi Tulisan Lama]

Dua hari yang lalu, tiba-tiba saja saya rindu blog saya yang lama, tiba-tiba rindu ingin membaca tulisan-tulisan lama saya ketika masih menggunakan nama Mathar. Dikarenakan lupa password dan memang sudah lama tidak aktif, akhirnya saya langsung membuka situs blog saya yang dulu. Alhamdulillah masih ingat sampai sekarang. Membaca perlahan-lahan mulai dari postingan terbaru. Ada beberapa tulisan yang membuat saya malu sendiri ketika membacanya sekarang, ada beberapa juga yang menurut saya masih indah untuk dibaca walaupun sudah tertinggal beberapa tahun lalu. Salah satunya tulisan yang berjudul Kepada Juni, yang saya posting atau tulis pada bulan juni lima tahun silam. Saya ingin membagikan kembali tulisan itu, karena masih terasa indah saat saya membacanya, walaupun saya lupa latar belakang apa yang menjadi salah satu inspirasi ketika sedang menulis itu. Selamat membaca ^-^ . Selamat pagi, Juni. Aku harap mendapat kabar bahwa kau baik-baik saja. Semoga kau dalam lindungan-Nya selalu. Ka...

Mulai Menerima

Di musim kemarau dimana hujan pun sangat jarang hadir, hawa malam ini terhitung cukup sejuk dibandingkan beberapa malam sebelumnya. Sekarang hampir pukul 11 malam, sebenarnya mata ini sudah ngantuk dan sangat siap untuk istirahat. Tetapi setiap kali memejamkan mata, yang seharusnya pandangan gelap menenangkan, kali ini seperti memutar memori lama yang bisa dibilang menyakitkan. Bukan, bukan momen itu yg menyakitkan. Tetapi karena sosok yang menjadi peran utama dalam momen itu sudah tidak ada lagi. Tidak ada dalam artian sudah menjadi milik sosok yang lainnya. Sehingga jika teringat maka rasanya seperti disayat. Kesedihan ini rasanya sudah cukup. Tidak ingin memberi ruang untuk merasakan kesedihan tentang ini lagi. Sudah cukup karena waktu itu sudah menangis puas berlarut. Hampir setengah tahun mengalihkan pikiran agar tidak mengingat lagi. Menutupi kerapuhan diri agar tidak terlihat menyedihkan. Sayangnya tidak semudah itu. Ada waktu dimana memori diputar tanpa dipinta, tanpa diperinta...

Rasa Kehilangan?

Bagi saya yg awam, bisa jadi ini yang namanya rasa kehilangan. Rasa kehilangan yang benar-benar bikin lupa bagaimana rasanya lapar, bikin lupa bagaimana rasa matcha yang lezat dan lupa bagaimana rasa ayam geprek yang mantap. Rasa yang beneran bikin sakit, sampai merasa tidak sanggup untuk sekedar berdiri sekalipun. Bahkan ketika tidak sengaja mendengar nama dia yang hilang itu, rasanya seperti dihujam tepat di ulu hati. Saat ini sedang pelan-pelan melangkah untuk melanjutkan hidup, dan untuk menyembuhkan jiwa yg lebam. Lebih mencoba untuk mendekatkan diri dengan Allah, karena saya yakin Allah gak mungkin meninggalkan saya. Malam itu tiba-tiba saya ingin merenungi apa yang telah terjadi di kehidupan saya. Berusaha menerima, berusaha untuk berprasangka baik, berusaha untuk mengambil hikmah yg tersirat. Kemudian saya terpikirkan akan sesuatu, bisa jadi kehilangan ini adalah sebab Allah untuk menyelamatkan saya dan dia. Menyelamatkan dari dosa yg berkepanjangan dan hilangnya keberkahan da...

Umur Berkurang

Pada 16 Juli, umur saya resmi berkurang, artinya jatah hidup saya di dunia otomatis ikut berkurang juga. Saya sungguh berterima kasih kepada Allah karena sudah memberikan saya kesempatan untuk hidup sampai detik ini, kesempatan untuk terus menuntut ilmu, kesempatan untuk terus belajar dari mana saja, dan kesempatan untuk terus memperbaiki diri ke arah baik. Atas segala nikmat dan ujian yang silih berganti, terima kasih ya Allah. Terima kasih karena masih berkenan memberikan nikmat tidak terhingga kepada saya. Terima kasih karena telah meyakinkan bahwa saya mampu menjalani ini semua. Terima kasih karena telah menitipkan hati yg kuat kepada saya. Terima kasih karena telah memberikan kesabaran yang luas kepada saya. Terima kasih karena tetap membuat saya terlihat baik-baik saja di hadapan orang banyak. Walaupun orang lain tidak tau seberapa keras usaha saya untuk tidak membenci takdir kehidupan saya. Walaupun orang lain tidak tau seberapa banyak usaha saya untuk tidak membenci diri saya s...