Kepada Juni [Edisi Tulisan Lama]
Selamat pagi, Juni.
Aku harap mendapat kabar bahwa kau baik-baik saja. Semoga kau dalam lindungan-Nya selalu.
Kali ini kau menjadi salah satu bulan yang kutunggu semenjak setahun yang lalu. Barangkali kau telah membuat beberapa manusia berbahagia karena kau mau menyapa lagi.
Hai, Juni.
Masihkah kau mempunyai mimpi yang sama? Berlari, mengejar, hingga dunia mengenalmu. Setiap langkah kejaran mimpimu, aku tidak pernah lupa. Bisik ku pun tidak kenal lelah tuk kuadukan kau pada Tuhan. Bahkan bagian doa ku telah mengenal baik namamu, karena namamu masih saja melekat.
Juni, terkadang aku rindu kau. Tiba-tiba merindukan ketika kau dan hujan beradu. Ada banyak manusia yang beradu pada hujan saat itu, tetapi kau tetap menjadi fokus utamaku.
Tidak apa-apa bukan, jika aku merindu?
Juni, aku pernah dan masih menginginkan. Aku ingin banyak bercerita padamu tentang apa saja. Aku ingin ikut menemani tiap langkahmu menuju mimpi. Aku ingin terus melihatmu dalam berbagai keadaan.
Kau tahu, aku sering menceritakan kau pada Pencipta. Seringkali berterima kasih pada-Nya, karena telah menciptakan sosokmu.
Juni belum berlalu. Mungkin sebentar lagi.
Tetapi maukah kau bertemu denganku lagi di tahun depan?
.
Salam hangat,
–Mathar–
.
.
Dibagikan ulang oleh orang yang sama, yang telah berganti nama menjadi Fha.
Terima kasih.
Komentar
Posting Komentar