Sedikit Cerita di Haramain 1
Sewaktu di Kota Makkah, entah kenapa setiap kali bertemu dengan orang-orang dari India kesannya selalu tidak mengenakkan. Selagi di area mataf bahkan saat antri di WC 5. Tapi tidak pernah protes, bahkan tidak pernah ada celetukan dalam hati. Sampai suatu ketika antri di tempat wudhu, lumayan terkejut, wah luar biasa, budaya antrinya hampir tidak ada haha. Mungkin karena waktu itu adzan magrib hampir tiba, jadi seolah-olah semuanya pengen buru-buru. Seumur hidup baru kali itu antrian saya diserobot sambil dimarahi pula, padahal mah saya dari tadi antri berdiri di situ, wahai ibu yg cantik wkwkw. Tapi tetap saja, ya sudah lah ya, supaya saya tidak semakin diomelin dengan bahasa yang tidak saya mengerti, saya senyum dan persilakan ibu itu untuk berwudhu lebih dulu.
Malam setelah sholat isya, saya berjalan kaki menuju hotel, mengingat kejadian di tempat wudhu sore tadi membuat saya berpikir dan bertanya-tanya dalam hati, 'apa orang-orang India memang seperti itu, ya?'.
Singkat cerita, saya akhirnya berada di Kota Madinah, kota yg luar biasa tenangnya, indahnya, cantiknya, damainya, ademnya, syahdunya. Rasanya semua pujian wajar jika disandarkan untuk Kota Madinah, dikarenakan keberkahan dari Nabi Muhammad yg pernah mendoakan kota ini. Hari itu adalah H-1 kepulangan dari Madinah ke Indonesia. Kami berempat, teman sekamar, berjalan kaki sekitaran Masjid Nabawi selepas sholat zuhur. Kami berencana ingin mencoba ke Bin Dawood, supermarket andalan di sana. Maklum, sewaktu di Makkah kami tidak sempat mampir. Saat hendak memasuki pintu pusat perbelanjaan tersebut, tiba-tiba ada ibu-ibu dari India dengan pakaiannya yang sangat khas tersenyum kepada kami. Senyum yang cantik dan tulus sambil menyodorkan kotak terbuka berisi kue berbentuk bulat kecil kepada kami. Saat kami bertanya itu kue apa, beliau tidak menjawab apa-apa, hanya tersenyum sambil terus menyodorkan kotak tersebut. Kami langsung tahu bahwa itu kue khas India karena terlihat dari kotak kue tersebut. Kami mengambil masing-masing satu dan tidak lupa mengucapkan 'syukron!'.
Saat kami makan, kami sedikit terkejut dengan rasa kue tersebut, karena wah ternyata enak banget! Lembut, manis, legit, rasanya sedikit asing tapi tetap enak! Sampai sekarang pun masih terngiang dengan rasa kue itu haha. Oh, bukan hanya rasa manis kuenya saja, senyum manis ibu dari India itu juga masih saya ingat hingga sekarang!
Kejadian tersebut membuat saya menyadari sesuatu, Allah ingin menyadarkan saya bahwa dugaan saya sewaktu di Makkah itu salah besar, orang-orang India tidak semuanya seperti itu. Baik sekali Allah memberikan saya kesempatan dipertemukan orang India yang bersikap ramah dan manis bahkan sebelum kepulangan saya ke Indonesia.
Terima kasih yaa Allah, yang Maha Lembut menegur hambaNya.
.
November dan Desember 2024
–Haniefa–
Komentar
Posting Komentar